rss

Sunday, December 5, 2010

Laga PSM Makassar Rusuh

Laga kandang PSM Makassar menjamu tamunya, Semen Padang FC di Stadion Mattoanging, Makassar, Sabtu (27/11/2010), berakhir rusuh. Ribuan suporter PSM mengamuk ke tengah lapangan dan merusak beberapa fasilitas stadion.

Aksi rusuh massa dimulai saat pertandingan memasuki babak kedua. Memasuki menit ke-79, saat pertandingan masih berlangsung, puluhan suporter dari tribun terbuka utara merangsek masuk ke areal lapangan. Mereka mendobrak terali pembatas tinggi sekira 4 meter, yang memisahkan tribun penonton dengan areal lapangan pertandingan.

Penonton melempar ke tengah lapangan sambil mengeluarkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada wasit Aeng Suharlan asal Bandung yang memimpin jalannya pertandingan tersebut. Benda berupa botol air mineral dan balok kayu dilemparkan ke tengah lapangan. Aksi berlangsung sekira 3 menit dan hanya diamankan oleh Panitia Pelaksana (Panpel) PSM yang berada di pinggir lapangan, termasuk dari pihak manajemen yang ada di areal lapangan tersebut.

Aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya pertandingan yang berada di areal tribun tertutup utara dan selatan hanya melihat kejadian tersebut beberapa saat. Namun saat melihat Panpel tak dapat mengendalikan situasi dan Panpel meminta bantuan, ratusan aparat kepolisian dari Satuan Brimob dan Samapta Polda Sulselbar ini kemudian bergerak masuk ke dalam lapangan.

Mereka berusaha menenangkan situasi yang sudah memanas. Pasalnya, suporter yang mengamuk sudah mencapai ratusan orang, mereka bahkan masuk ke tengah lapangan dan bertambah semakin banyak dan membawa balok kayu, batu, ada juga beberapa di antaranya busur yang diarahkan kepada aparat keamanan dan wartawan yang meliput pertandingan. Kejadian ini berlangsung sekira 10 menit.

Sementara itu, di areal tribun tertutup utara-selatan, ribuan penonton lainnya berdiri mengamati dan beberapa di antaranya berteriak meminta para suporter tersebut untuk tenang. Namun imbauan itu tidak diindahkan suporter yang marah. Kemarahan suporter melalui kata-kata kasar tetap ditujukan kepada wasit. Mereka sama sekali tak menyinggung kejengkelan pada pihak lain.

Wasit dinilai suporter tidak berlaku adil karena tidak mengakui hands’ball pada menit ke-70 yang dilakukan Park Chul Hyung, pemain belakang Semen Padang FC, di dekat gawangnya sendiri. Karena kejadian ini, menurut mereka, PSM yang seharusnya mendapatkan hadiah tendangan penalti hanya diberikan tendangan bebas.

Situasi dapat terkendali saat beberapa orang dari manajemen PSM termasuk, ketua umumnya Ilham Arief Siradjuddin, memasuki lapangan mengimbau para suporter untuk mundur dan meninggalkan lapangan sambil meminta mereka tenang. Setelah itu situasi mereda.

Laga PSM vs Semen Padang FC dinyatakan panitia pertandingan selesai walaupun masih tersisa sekitar 7 menit pertandingan dengan posisi 0-1 untuk Semen Padang FC.

okezone

Bukan yang anda butuhkan? silahkan gunakan search engine dibawah ini.

Loading...

0 comments:


Post a Comment

 
eXTReMe Tracker